Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Saturday, 26 October 2013

Secuil rasa


Yang kupunya saat ini hanya seuntai rindu,
entah apakah bisa kau rajut menjadi helai demi helai kasih sayang,
untuk sekedar kau jadikan sebuah rajutan cinta.
Pada kau,

Friday, 30 August 2013

Merdeka!!?? Puisi kemerdekaan (dedicated to adik-adikku)


sumber gambar: stpoil.co.id


Tak terasa, Agustus hampir berakhir. Ketika kita berada di bulan ini, tentu yang ada di pikiran kita adalah hari ulang tahun negara kita tercinta. Hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia..
Yup, 17 Agustus kemaren tentu hari2 menjadi ramai di sekitar kita. Playlist lagu2 semua lagu perjuangan, mengalahkan lagu "buka sitik joss" yang merajai udara kita akhir2 ini.
Tiap tgl 17 Agustus pula muncul pertanyaan besar, "apakah kita benar2 sudah merdeka?" Jawabannya

Angin Malam




Ia berbisik lembut,
Masih tentang cinta,
yang coba damaikan dunia.

Ia memeluk,
dingin, namun hangat.

Thursday, 8 August 2013

Ied


Tangis penuh sesal seolah masih basah,


kini mengering terusap matahari Syawal,




Thursday, 28 March 2013

Haiku dan alam di Jepang


Kalau ada yang menanyakan perbedaan Indonesia dengan Jepang, mungkin banyak yang akan bilang “Indonesia itu kaya SDA (Sumber Daya Alam) tapi miskin SDM (Sumber Daya Manusia), sedangkan Jepang kebalikannya.” Hal yang harus kita akui ada benarnya (-nangis, merasa gagal menjadi SDM Indonesia-). Di Jepang memang SDA tidak melimpah seperti di Indonesia, namun tentang (keindahan) alamnya, menurutku alam di Jepang adalah salah satu yang terindah di dunia. Siapa yang bisa menyangkal keindahan taman-taman di Jepang ketika bunga sakura sedang bermekaran?

Wednesday, 27 March 2013

-pakai cosplay Danbo-




Kala ada gundah terasa,
matahari hidupku pun redup sebabmu.
Adakah kau sudi buatnya bersinar kembali?
Jika sayapku tak mampu,
entah bagaimana lagi kucoba meraihmu,
Cahayaku.
Tepi senja yang rawan,
masih gundahku bermukim di sana.
Pohonan gelap kedinginan yang
menginjaki kaki ilalang,
layung pun melembab,
wahai, di mana bisa kulihat senyummu?
Aku ingin, kala sekali-kali rasa takutku menyelinap,
kau pun datang dengan lentera,
sebelum aku benar-benar jauh
terbunuh pekat.
Atau, tetaplah kau di situ,
bersama kecantikanmu yang mengendap,
lalu.. berhentilah meracuniku!

Thursday, 21 February 2013

Bunga di Hutan Cemara



Sisa purnama melembut,
menitis di kelopakmu
kau semerbak di antara pinus dan cemara
yang meneruskan sang surya
memandikan ragamu dengan tahta cahaya
lalu embun-embun yang
singgah di mahkotamu,
terlelap dalam peluk hangat wangimu
dan angin membelaimu penuh kasih
mendendang bait-bait syair cinta
kidung surgawi untuk semesta
dan kupu-kupu, meriasmu dengan warna syahdu,
yang membuat iri pelangi..
Pantaskah jika aku tak memujamu?

-syam-

Friday, 15 February 2013

Biar menjadi kisah



Mataku tertuju pada sebuah buku di tumpukan buku2 lama di kamarku. Aku mengenalinya, sangat mengenalinya sebagai buku yang sarat kenangan. Kubuka satu per satu halamannya.. lalu seolah pikirku menjelajah waktu, kembali ke masa kisah-kisah dalam buku itu dituliskan. aku berhenti di suatu halaman..

Jatuhkan air mata beningmu
Saat sayap tangguhmu tak lagi bisa
Menopang perih luka hati
Teriaklah sekuat tenagamu
Agar terlempar semua sesal kalbumu
Dan samar raut wajahmu
Aku tersadar telah bersandar
Pada tiang yang mudah patah
Pada pasak yang mudah menyerah
Kita berdua tak bersalah
Deraikanlah gelak tawa di sudut bibirmu
Di tengah peluk cium sosok sahabat
Saat itulah kau temukan
Apakah arti kebersamaan
Lalu kau akan mengerti seperti itulah
Cinta sejati…

                                                -The sylph

Kubaca lagi puisi itu, bergetar dadaku. Ah, aku teringat betapa seseorang pernah menjadi rapuh olehku. Meskipun aku tahu, ia sangatlah kuat, ya..ia begitu tegar dengan senyumnya.

Pagi itu Pak Handoko seperti biasa dengan lelucon2nya yang ga lucu mengajar bahasa Indonesia di kelas kami. Bapak yang satu ini memang gemar melempar guyonan, yang lucunya..selalu ga lucu!

Thursday, 14 February 2013

Hanya

Renungi hayat nan fana,
tentang derai tawa,
tentang uraian air mata,
mungkin saja fenomena.
Ada dan tiada,
semua tersirat makna.
Tak pernah sederhana,
aku hanya punya asa,
namun ada nyawa d sana,
setiap nafasku ada doa,
itulah segalanya..


Sunday, 27 January 2013

Tentang Sebuah Kamar



Rasa-rasanya kamar ini terlalu sempit
untuk sebuah kehidupan
beraroma amarah, kesedihan, juga cinta
ketika dinding-dindingnya diam dan kedinginan
disapu waktu yang terus menua
disambut kefanaan
tak mampu ia untuk memperlihatkan harapan
tak seperti gambar-gambar yang ada di sudutnya
gambarmu, juga gambarku
yang tersenyum
jujur memaknai segala kebiadaban hidup
dan,
saat kau datang kembali
kamar ini masih terlalu, bahkan sepertinya semakin sempit
untuk sekedar menampung
amarah, kesedihan,
juga cinta darimu

                                     Yogya,
                                     kamar sunyi

Yogya


di ujung rindu kutemukan bayang kota tua,
kota dengan sejuta satu kenangan yang
tersimpan rapi di sudut-sudutnya
pikirku pun kembali ke sana,
menelusuri setiap jejak yang tertinggal,
mengais sisa-sisa perjalanan masa silam
berlatar teduhnya sapa,
dan keindahan di tiap jengkalnya

sungguh kurindu Yogyaku,
kota yang memberi cinta,
asa,
namun juga seringkali
menggumamkan senandung
air mata

                                      Jakarta, di suatu masa

Wednesday, 23 January 2013

Perjalanan



Lelaki muda berjalan di antara pilu, peluh, dan amarah
kakinya berdarah
mata menatap tak tentu arah